Tampilkan postingan dengan label cakrawala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cakrawala. Tampilkan semua postingan

The Urgention Of Money Value

Latar Belakang

Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah dan cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern daripada tukar menukar barang dengan barang (barter) yang lebih kompleks, tidak efisien, karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan.

Untuk itu sebagai alat tukar yang efisien uang harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), serta memiliki value (nilai) yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).

Pokok Masalah

Sebagaimana telah di ketengahkan dalam latar belakang, bahwa uang telah menggantikan sistem barter yang tidak efisien. Oleh karena itu uang harus memiliki nilai yang dapat memenuhi dan sesuai dengan kebutuhan manusia. Dari sini muncullah banyak pertanyaan, apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada nilainya? Mengapa uang itu sampai beredar?

Selain itu, mengapa pemerintah membatasi peredaran uang? Jika peredaran uang sangat besar, apakah nilai uang akan berubah, sedangkan sifat uang netral (money neutrality)? Lalu mengapa memegang uang lebih menguntungkan dari pada menggunakan uang dalam bentuk cek (demand deposit)? Seberapa pentingkah nilai uang dalam siklus kehidupan manusia?

Teori Yang Terkait

Berdasarkan pokok masalah yang telah dijabarkan di atas, maka akan dibahas mengenai macam-macam nilai uang dan teori nilai uang, yang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ahli ekonomi, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli.

 Teori Statis

1. Teori Metalisme
2. Teori Konvensi
3. Teori Nominalisme
4. Teori Negara

 Teori Dinamis

1. Teori Kuantitas
2. Teori Persediaan Kas
3. Teori Ongkos Produksi

Pembahasan

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum, dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran untuk pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya.

Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas.

Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam: biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai.

Uang logam memiliki tiga macam nilai:

1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang.

2. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya tiga ratus rupiah (Rp. 300,00), atau delapan ratus rupiah (Rp. 800,00).

3. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 100,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 8.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).

Dalam teori uang, terdapat teori uang statis dan teori uang dinamis.

1. Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis"

➢ Teori Metalisme (Intrinsik): Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.

➢ Teori Konvensi (Perjanjian): Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.

· Teori Nominalisme: Uang diterima berdasarkan nilai daya beli.

· Teori Negara: Asal mula uang karena nagara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.

2. Teori uang Dinamis

Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang.
 Teori Kuantitas

David Ricardo: Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.

Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang.

 Teori Persediaan Kas: teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.

 Teori Ongkos Produksi: teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

Berkaitan dengan keuangan, maka terdapat lembaga yang menghimpun dan menyalurkan uang dari pihak-pihak yang membutuhkan modal dengan pihak-pihak pemilik dana. Jika uang dianalogikan seperti darah yang sangat bernilai untuk bertahan hidup, maka lembaga keuangan adalah jantung yang mengedarkan darah keseluruh tubuh agar tetap bertahan hidup.

Lembaga Keuangan

Bank Umum

Adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalulintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah umum. Bank Umum sering juga disebut Bank Komersial. Usaha-usaha bank umum:
a. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan
b. memberikan kredit
c. menerbitkan surat pengakuan hutang
d. memindahkan uang
e. menempatkan dana atau meminjamkan dana dari bank lain
f. menerima pembayaran dari tagiahan atas surat berharga
g. menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga

Bank umum di Indonesia dilihat dari kepemilikannya terdiri atas:

a. Bank pemerintah: BRI, BNI, BTN
b. Bank Pembangunan Daerah (BPD): BPD DKI Jakarta
c. Bank Swasta Nasional Devisa: BCA, NISP, Bank Danamon
d. Bank Swasta nasional bukan devisa
e. Bank Campuran: Sumitomo Niaga Bank
f. Bank Asing: Bank of America

Bank Perkrediatn Rakyat (BPR)

Menurut Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang dimaksud Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

Usaha-usaha Bank Perkreditan Rakyat, diantaranya:

a. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka dll
b. memberi kredit
c. menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah
d. menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

Pembagian bank selain didasarkan Undang-Undang Perbankan dapat juga dibagi menurut kemampuan bank menciptakan alat pembayaran, yang meliputi:

1. Bank Primer yaitu bank yang dapat menciptakan alat pembayaran baik berupa uang kartal maupun uang giral. Bank yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

a. Bank Sentral atau bank Indonesia sebagai pencipta uang kartal. Selain itu tugas Bank Setral antara lain: mengatur jumlah uang yang beredar dalam perekonomian, menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancarn sistem pembayaran, mengawasi dan mengatur bank-bank lain.

b. Bank Umum sebagai pencipta uang giral (uang yang berlaku secara khusus dan tidak berlaku secara umum)

2. Bank Sekunder yaitu Bank yang tidak menciptakan alat pembayaran dan hanya berperan sebagai perantara dalam perkreditan yang tergolong dalam bank ini adalah Bank Perkreditan Rakyat

Lembaga Keuangan Non Bank

Pengertian lembaga keuangan non Bank adalah semua badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana terutama dengan jalan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkan dalam masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan. Lembaga keuangan berkembang sejak tahun 1972, dengan tujuan untuk mendorong perkembangan pasar modal serta membantu permodalan perusahaan-perusahaan ekonomi lemah

Contoh: Lembaga pembiayaan pembangunan (PT. UPINDO), Lembaga perantara penerbit dan perdagangan surat-surat berharga, Perusahaan Asuransi, Pegadaian dll.

Penawaran Uang ( Jumlah Uang Beredar/JUB/Money Supply)

Penawaran uang/MS adalah jumlah keseluruhan uang yang diedarkan bank pada waktu tertentu di sebuah ekonomi. Dihitung berdasarkan nilai keseluruhan uang yang berada ditangan masyarakat. Defini MS dapat dilihat sebagai berikut :

· M0, yaitu definisi MS secara sempit. M0 hanya terdiri dari uang kartal, yaitu uang kertas dan logam yang kita pegang sehari-hari.

· M1, yaitu M0 ditambah dengan demand deposit (dd). Dd adalah tabungan yang kita miliki di bank, yang dapat dicairkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan. M1 ini merupakan perhitungan JUB yang sangat likuid.

· M2, yaitu M1 ditambah dengan time deposit (td). Td adalah tabunga, deposito, dan sejenisnya, yang memiliki waktu jatuh tempo atau tidak dapat dicairkan sewaktu-waktu dibutuhkan.

M3, yaitu M2 ditambah dengan deposito jangka panjang, Ini meliputi dana-dana institusional yang ada dipasar uang.

Kebijakan Moneter

Ada dua kebijakan moneter yang bisa dilakukan oleh Bank Sentral:

1. Kebijakan uang ketat (Tight Money Policy/TMP). Kebijakan ini dilakukan jika bank sentral ingin mengurangi jumlah uang beredar untuk mencapai stabilitas dalam perekonomian. Tujuan kebijakan ini bisa untuk menurunkan inflasi ataupun untuk memperbaiki kondisi neraca pembayaran internasional yang defisit.

2. Kebijakan uang longgar (Easy Money Policy/EMP). Kebijakan ini dilakukan jika bank sentral ingin menambah jumlah uang beredar (likuiditas) untuk mencapai stabilitas dalam perekonomian. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menggiatkan kembali kondisi perekonomian yang sedang lesu. Ketika MS naik, maka tren suku bunga akan cenderung menurun. Rendahnya suku bunga akan memicu investasi (karena cost of capital yang murah), dan pada akhirnya akan menaikkan permintaan agregat.

Kesimpulan

Ketika memegang uang keuntungannya lebih besar daripada menggunakan uang dalam bentuk cek atau obligasi, sebab likuiditasnya yang sempurna. Sehingga kapanpun dibutuhkan, dapat digunakan untuk transaksi. Akan tetapi biaya dari memegang uang adalah hilangnya hilangnya kesempatan memperoleh bunga, dibanding dengan menyimpan dalam bentuk obligasi. Karena berfungsi sebagai alat tukar, maka uang bersifat netral (money neutrality), dalam arti uang hanya mempengaruhi tingkat harga. Sebab ketika permintaan uang meningkat, harga barang akan naik.

Dapat ditarik garis kesimpulan, bahwa tujuan Kebijakan Moneter antara lain:

1. Menurunkan inflasi. Ketika MS turun, suku bunga jangka pendek akan cenderung naik. Naiknya suku bunga akan mendorong orang untuk menabung, sehingga MS di perekonomian berkurang dan inflasi dapat turun. Selain itu, ketika banyak yang menabung, maka konsumsi j uga turun. Artinya permintaan agregat ikut turun dan ini akan menurunkan inflasi.

2. Memperbaiki defisit neraca pembayaran internasional. TMP membuat inflasi turun, dengan demikian tingkat harga umum juga turun. Turunnya harga akan membuat produk dalam negeri lebih murah bagi konsumen di dalam negeri, sehingga permintaan produk domestik akan bertambah dan permintaan produk impor berkurang. Sementara itu, produk domestik yang murah didalam negeri juga murah bagi konsumen di luar negeri, sehingga akan mendorong permintaan ekspor. Kombinasi dari kedua hal ini akan mengurangi defisit neraca pembayaran.

Saran

Setelah mengetahui betapa pentingnya nilai uang dalam siklus ekonomi, maka hendaklah pemerintah dengan Bank Sentral sebagai kanan kanannnya, melakukan minimalisasi terhadap munculnya penyakit ekonomi yaitu inflasi. Inflasi adalah turunnya nilai sebuah mata uang dalam jangka waktu tertentu dan dapat menyebabkan bertambahnya persediaan uang secara berlebihan. Salah satunya dengan mengoptimalkan Interest rate. Interest rate adalah biaya yang timbul ketika meminjam uang, adalah salah satu alat penting untuk mengontrol inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

DAFTAR PUSTAKA

Rahardja, Pratama dan Mandala manurung. 2005. Teori ekonomi Makro. Jakarta: LP-FEUI.

Waluyo, Dwi Eko. 2007. Ekonomika Makro. Malang: UMM Press.

http://id.wikipedia.org/wiki/Uang

www.yasinta.wordpress Selengkapnya.....

BUYA HAMKA

Buya Hamka lahir tanggal 17 Februari 1908, di desa kampung Molek, Minanjau, Sumatera Barat, dan wafat di Jakarta 24 Juli 1981. Nama lengkapnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah, kemudian lebih akrab disapa dengan akronim HAMKA. Belakangan ini ia diberi sebutan Buya, yaitu panggilan untuk orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayah kami, atau seseorang yang dihormati. Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Ishlah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

HAMKA (1908 – 1981) adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang sangat terkenal di jagad Nusantara. Beliau mendapatkan pendidikan formal pertama kali di Sekolah Dasar Minanjau sehingga Darjah Dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Disitulah HAMKA mempelajari agama dan mendalami Bahasa Arab. Selain itu, HAMKA juga banyak berguru kepada ulama – ulama terkenal seperti Syekh Ibrahim Musa, Syekh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M Surjoparonto dan Ki Bagus Hadikusumo.

HAMKA mula -mula berprofesi sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padang Panjang pada tahun 1929. HAMKA kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951hingga tahun 1960 beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam polotik Majlis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi).

Kepribadian Buya HAMKA

HAMKA adalah seorang otodidak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi, dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zakky Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas Al -Aqqad, Mustafa Al – Manfaluti, dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx, dan Pierre Loti. HAMKA juga rajin membaca dan bertukar – tukar pikiran dengan tokoh – tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Surjoparonto, Haji Fachrudin, Ar Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadi Kusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.

HAMKA juga aktif dalam gerakan Islam melalui pertubuhan Muhammadiyah. Beliau mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bid'ah, tarekat, dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Pada tahun 1929, HAMKA mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Beliau menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Yogyakarta pada tahun 1950. Pada tahun 1953, HAMKA dipilih sebagai penasihat pimpinan pusat Muhammadiyah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali melantiknya sebagai ketua umum Majlis Ulama Indonesia tetapi kemudian beliau meletakkan jawatan tersebut pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.

Kegiatan politik Hamka bermula pada tahun 1925 ketika beliau menjadi anggota partai Serekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang kemaraan penjajah Belanda yang kembali ke Indonesia , melalui pidato dan menyertai kegiatan gerilya di dalam hutan Medan. Pada tahun 1947, Hamka dilantik sebagai ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia. Beliaub menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pamidato utama dalam Pilihan Raya Umum 1955. Masyumi kemudian diharamkan oleh perintah Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun 1966, Hamka telah dipenjarakan oleh presiden Sukarno karena dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakan beliau menulis tafsir Al – Azhar ( 5 jilid ) yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, Hamka dilantik sebagai ahli Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majlis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia.

Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, Hamka merupakan seorang wartawan, penulis, editor, dan penerbit. Sejak tahun 1920-an lagi, Hamka menjadi wartawan dibeberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1923, beliau menjadi editor dan penerbitan majalah al – Mahdi di Makassar. Hamka juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Rakyat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.

Selain menghasilkan karya ilmiah, karya – karya kreatif seperti cerpen dan novel juga lahir dari tangannya. Diantara novel – novelnya yang telah mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastra di Malaysia dan Singapura antara lain, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Ka'bah dan Merantau ke Deli. Hamka pernah menerima beberapa anugrah pada peringkat nasional dan antarbangsa seperti anugrah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al- Azhar, 1958, Doctor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974 dan gelaran Datuk Indono dan Pangeran Wiroguno daripada pemerintah Indonesia. Hamka pulang ke rahmatullah pada 24 Juli 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan saja diterima sebagai tokoh ulama dan sastrawan di negara kelahirannya, malah jasanya di seluruh alam Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.

PS 1A 2008/2009 Selengkapnya.....

HASAN AL–BANNA

oleh Risty, Mie, Lilih

Hasan Al – Banna Al – Imam Al – Syahid Hasan bin Ahmad Abdullah Al – Rahim Al -Banna, yang kemudian lebih akrab disapa dengan Hasan Al – Banna ini lahir pada tahun 1906 M di kota Mahmudiyah, sebuah kota yang berdampingan dengan kota Iskandariyah. Al – Banna wafat dalam peristiwa berdarah sebagai syuhada pada tahun 1949 M.

Ia dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beragama, berpendidikan, kaya, dan terhormat. Ayahnya bernama Syekh Ahmad Abdul Rahman, pernah mengenyam pendidikan di Al – Azhar Kairo pada masa Syekh Muhammad Abduh. Ia adalah seorang akademisi muslim yang taat, mempunyai akhlak yang luhur, pemurah dan rendah hati. Ia menggeluti pekerjaan sebagai tukang jam.

Hassan Al – Banna semenjak kecil telah mendapat mendidikan dari ayahnya dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Pada usia belasan tahun ia sudah menjadi golongan sufi, sebagai spesialis tasawwuf Hassafiyah. Diusia 16 tahun, ia merantau melanjutkan pendidikan ke propinsi Al – Bukhairah (Mesir).

Jenjang pendidikannya diawali dari Madrasah Diniyah Al – Rasyad dengan seorang guru bernama Syekh Muhammad Zahran (founding fathers-nya). Kemudian, ia pindah ke Madrasah Idadiyah dan Madrasah Al – Mu'allimin Al – Awwaliyah di Damanhur. Setelah lulus, ia melanjutkan ke Darul Ulum Mesir pada tahun 1923 M, dalam usia 16 tahun (menjadi seorang sufi). Tahun 1927, dalam usianya 21 tahun, ia menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah di kota Ismailiyah, di wilayah terusan Suez dan dekat lokasi markas besar Suez Canal Company.

Hassan Al – Banna merupakan sosok muslim yang sangat sederhana, zuhud, taat dan berpendirian teguh, serta mampu menghadapi segala rintangan. Ia wafat ketika sebutir timah panas menembus tubuhnya di sebuah jalan di kota Kairo, pada 12 Februari 1919, oleh polisi rahasia di bawah pimpinan Ibrahim Abdul Hadi.

Karya Hassan Al – Banna yang terbesar adalah mendirikan organisasi Ikhwan Al – Muslimin. Organisasi yang dicanangkan pada tahun 1928 M, untuk mengantisipasi terjadinya dekadansi moral dan kehancuran tatanan sosial, akibat pengaruh dari sekularisme. Ketika Hassan Al – Banna ditanya, apa hakikatrnya Ikhwan Al – Muslimin? Ia menjawab : “ Kami adalah Dakwah Al – Qur'an secara universal, Thariqat sufi untuk membenahi jiwa, mensucikan rohani, menyatukan hati kepada sang Maha Tinggi, perkumpulan amal kebaikan yang bermanfaat, dan yayasan sosial yang mandiri. Itulah sesungguhnya tujuan Ikhwan Al – Muslimin”.

Ia memutuskan dan mengaplikasikan suatu sistem pendidikan yang dinamakannya “ Pendidikan Khuluqiyah “. Dasar pertama tarbiyah Khuluqiyah adalah Al – Qur'an. Dalam Majmu'ah Al – Rasa'i- nya dijelaskan bahwa visi dan misi Hassan Al – Banna tetap dilandasi oleh keyakinannya terhadap Al – Qur'an.

MAPK SKA, 2007 M Selengkapnya.....

ETNOLOGI INDONESIA

Secara Etimologi, Etnos berarti bangsa dan Logos adalah ilmu

Secara Terminologi : Ilmu yang mempelajari tentang dasar, sejarah dan perkembangan kebudayaan sesama suku bangsa.

Dalam penelitian Etnologi menggunakan dua pendekatan :

Diakronik Approach : penelitian secara berulang – ulang pada satu objek suku bangsa tertentu. Hasil penelitiannya disebut : Descriptive Integration.

Sinkronik Approach : penelitian pada beberapa objek (suku bangsa) tertentu sehingga dapat diketahui keaneragaman budayasuku bangsa tersebut (perbandingan)

Universal Culture menurut C. Kluchohn dalam bukunya, The Universal Categories of Cultures bahwa di seluruh bangsa di dunia memiliki unsur – unsur budaya yang sama, yaitu :

1. Sistem Mata Pencaharian (Ekonomi)
2. Sistem Kekerabatan
3. Sistem Religi
4. Sistem Teknologi
5. Sistem Bahasa
6. Sistem Kesenian
7. Sistem Pengetahuan

MAPK SKA, 2008
Selengkapnya.....

Tokoh Pergerakan India

Sayyid Ahmad Syahid

– Seorang mujahid.
– Menurutnya, umat Islam India mundur karena agama yang mereka anut tidak lagi Islam yang murni.
– Perhatian serius dalam bidang Tauhid, Al – Qur'an dan Hadist.

Sayyid Ahmad Khan

- Menurutnya, peningkatan umat Islam di India dapat diwujudkan dengan bekerja sama dengan Inggris.
- Untuk dapat maju umat Islam harus menguasai Iptek.

Sayyid Amir Ali

- Menurutnya, Islam bukan agama yang membawa kemunduran, tetapi kemajuan.
- Untuk membuktikannya, ia kembali kedalam sejarah Islam klasik.

Muhammad Iqbal

- Menurutnya, kemunduran umat Islam disebabkan karena kebekuan dalam pikiran.
- Hal ini menimbulkan paham dinamisme di kalangan umat Islam.

Ali Jinnah

- Liga Muslim : pemerintahan sendiri bagi India dan berubah menjadi gerakan rakyat.
- Organisasi – organisasi lain di India menyokong dalam pembentukan negara Pakistan.

Kerajaan Mughol hancur, posisi pemerintahan diambil oleh Inggris. Orang – orang muslim dipekerjakan di tingkat bawah. Dan penghasilan kalangan Aristokratis menurun, akibatnya konsumsi barang mewah berkurang. Demikian pula dengan penghasilan buruh, pengrajin, dan padagang kecil.

Awalnya Inggris simpatik terhadap kaum muslim. Tahun 1830 para pejabat Inggris mulai menindas praktik keagamaaan mereka dan sering menjatuhi hukuman secara kejam.

Tahun 1837 bahasa Persia dihapus.

Tahun 1942 Inggris mengeluarkan janji akan memberi kemerdekaan kepada India setelah perang Dunia ke II usai.

Pelaksanaannya dimulai tahun 1945 tetapi gagal.

Tahun 1946 Inggris mengeluarkan keputusan untuk menyerahkan kedaulatan kepada dua konstitusi, yaitu Pakistan dan India.

Tanggal 14 Agustus 1947 dewan konstitusi Pakistan dibuka secara resmi.

Kemudian tanggal 15 Agustus 1947 Pakistan lahir sebagai negara merdeka bagi umat Islam India.

Gerakan Mujahidin

Dipelopori oleh Sayyid Ahmad Syahid, lahir tahun 1786 di Rae, Bareli.

Hasil pemikirannya : agama Islam yang dianut oleh muslim India sudah tidak kaffah lagi, tetapi sudah tercampur dengan praktik yang berasal dari Persia dan India.

Ajarannya di fokuskan pada bidang Tauhid.

Gerakan Aligarh

Lahir dari ide – ide pembaharuan yang dicetuskan oleh Sayyid Ahmad Khan yang dianut dan disebarkan oleh murid dan pengikutnya.

Gerakan ini berpusat di sekolah MAOC (Muhammaden Anglo Oriental College), kemudian menjadi universitas Islam Aligarh dengan misi meningkatkan umat Islam India dari masyarakat mundur menjadi masyarakat maju yang menuju kebangkitan. Selengkapnya.....

mukadimah

ujarnya, tersimpan sayang berlipat-lipat di balik diamku, terangkum kasih beribu masa di dalam senyumku yang malu-malu

sapa menyapa


ShoutMix chat widget

berkejar kejaran